Pembinaan IKM Klaster Industri Batik Desa Kebon, Bayat

Kamis, 14/03/19 Disperinaker Klaten mengadakan kegiatan Pembinaan Industri Kecil dan Menengah dalam Memperkuat Jaringan Klaster Industri Batik di Aula Balai Desa Kebon, Kecamatan Bayat. Peserta dalam kegiatan ini adalah para pelaku industri batik di Desa Gunung Gajah, Kebon, Krikilan dan Jotangan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Disperinaker, Bapak Sartiyasto, M.M, Sekretaris Desa kebon, para narasumber, panitia pelaksana kegiatan dari Disperinaker dan 50 orang peserta

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Sekretaris Desa Kebon yang menyampaikan ucapan terima kasih atas dipilihnya Desa Kebon sebagai tempat kegiatan pembinaan. Sambutan selanjutnya dari kepala disperinaker yang menyampaikan harapannya semoga kegiatan pembinaan ini bisa memberi wawasan baru dan para pelaku industri Batik dpt lebih mengembangkan potensinya.  Sambutan terakhir dari Bapak Camat Bayat yang memberikan motivasi kepada peserta agar produksi batik lokal tetap berkembang dan maju sampai ke ranah Internasional .

Narasumber dalam pelatihan ini ada 3, Bapak M. Choiri beserta Ibu Hayin N. dari SMK Negeri 1 Rota Bayat dan Ketua Kelompok Pengusaha Batik Desa Kebon, Ibu Dalmini. Dalam kegiatan ini Bapak M. Choiri menyampaikan materi potensi usaha industri batik di masa depan. Selanjutnya Ibu Hayin N menyampaikan materi batik sebagai warisan budaya Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO (badan khusus PBB yang mengurusi segala hal yang berhubungan dengan pendidikan, sains dan kebudayaan).

Dalam Kegiatan ini, peserta juga diajak mengunjungi sentra industri Batik di Kebon. Di tempat tersebut terdapat showroom kain batik yang sudah jadi dan tempat workshop pembuatan kain batik. Tempat ini juga menjadi tempat PKL (Praktik Lapangan Kerja) siswa SMK N 1 Rota Bayat mulai dari membuat pola batik, pemberian malam pada kain, pewarnaan dan pelepasan malam dari kain.

Ibu Dalmini sebagai narasumber terakhir dalam kegiatan ini memberi motivasi kepada seluruh peserta agar tetap semangat dan bisa memanage waktu antara mengurus keluarga dan usaha industri batiknya, karena mayoritas pengusaha industri batik dalam kegiatan ini adalah ibu rumah tangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *